MANUSIA CINTA KASIH
DAN KEINDAHAN
1.pendahuluan
Cinta secara sederhana bisa dikatakan sebagai perpaduan antara rasa simpati
dua makhluk yang tidak hanya terbatas antara wanita dan pria. Cinta juga dapat
diibaratkan sebagai seni. Cinta tidak lebih dari sekedar perasaan yang
menyenangkan, untuk mengalaminya harus terjatuh kedalamnya.
Berbicara soal manusia dan cinta tidaklah tabu lagi karena pada
masing-masing manusia pasti mempunyai naluri untuk mencapai cintanya, di mulai
dari cinta kepada Allah, Rasul, Orang tua dan sesamanya. Setiap manusia pasti
mengalami cinta dan kasih sayang merupakan bagian hidup manusia. Dan apabila
cinta dan kasih sayang itu berlebihan, maka akan timbul pemanjaan, jikalau
terjadi pemanjaan akan cenderung kurang baik karena pada umumnya imbas dan
kemanjaan menjadikan manusia sombong, pemboros, tidak soleh serta tidak
menghormati orang tua.
Cinta kasih atau cinta sesama manusia merupakan satu hal yang pokok dalam
kehidupan kita, kata cinta itu suci dari yang suci oleh karena itu kita
benar-benar menjaga yang namanya cinta baik sesama mansuia atau yang lainnya. Namun kenyataannya, pada era
globalisasi ini sudah banyak terjadi masyarakat-masyarakat yang sudah tidak
mengerti lagi akan makna cinta malah yang ada hanya salah pengertian.
Hakikat
cinta kasih yaitu : cinta boleh jadi merupakan suatu istilah yang sulit untuk
dibatasi secara jelas. Kendati pun demikian, sulit juga untuk diungkapkan dan
diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup
fundamental. Begitu fundamentalnya sampai-sampai membawa Victor Hago, seorang
punjagga terkenal, pada satu kesimpulan bahwa mati tanpa cinta sama halnya
dengan mati dengan penuh dosa.
Cinta memang
sangat erat terpaut dengan kehidupan manusia. Tidak pernah terlintas pun orang
berpikir bahwa cinta itu tidak penting. Mereka haus akan cinta. Kendati pun
demikian, hampir setiap orang tidak pernah berpikir tentang apa dan bagaimana
cinta itu. Padahal berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu dapat
diibaratkan sebagai suatu seni yang sebagaimana bentuk seni lainnya sangat
memerlukan pengetahuan dan latihan untuk bisa menggapainya.
Cinta pun takkan pernah lepas dari keindahan, karena keindahan itu setiap
harinya dialami dan dinikmati oleh manusia. Semakin tinggi pengetahuan seseorang,
maka semakin besar pula hasrat dan keinginan seseorang untuk menghargai cinta
dan keindahan, penghayatan arti dan fungsi keindahan itu dapat memperluas
wawasan, pandangan, penalaran dan persepsi seseorang tentang cinta dan
keindahan.
2.pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH
swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia
mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa
membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih
perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri.
Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk
pribadi dan makhluk sosil. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia
perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi
sekaligus makhluk sosial
3. pengertian Cinta Kasih
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia ( KBBI, Balai Pustaka, 1996 ), cinta adalah rasa sangat suka ( kepada
) atau rasa sayang ( kepada ), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik
hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta ( kepada )
atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hampir
sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh
karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka ( sayang ) kepada
seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
4.Bentuk Wujud Cinta Kasih
Bentuk wujud
cinta kasih manusia kepada penciptanya adalah pengabdian, kesetiaan, ketaatan
dan sebagaimana. Sebagaimana keterikatan manusia kepada tuhannya. Sedangkan
wujud cinta kasih makhluk hidup kepada sesamanya terbagi atas 3.
Pertama : cinta philiayakni seperti cinta kepada saudara, cinta
kepada orang tua, cinta kepada teman, cinta kepada sesama.
Kedua : cinta eros
yakni cinta yang menegakkan aspek ragawi (erotis).
ketiga : cinta amor yakni cinta yang
menekankan aspek psikologis dan emosi.
Unsur cinta
adalah keterikatan, keintiman dan kemesraan. Ketiganya menyatu dalam segitiga.
Dan menjadi ketergantungan. Ketiga unsur cinta ini sama kuat. Namun jika
ketiganya tidak sama-sama kuat akan mengakibatkan cinta yang hambar. Dan ada
ketidak seimbangan antara yang satu dengan yang lainnya.
Sedangkan
cinta kasih manusia kepada alam atau lingkungannya terwujud dalam bentuk
menjaga lingkungan, menciptakan keserasian, keselarasan, keseimbangan dengan
alam lingkungan sehingga dapat tercapai kehidupan yang aman dan tentram. Cinta
kasih manusia kepada dirinya sendiri terwujud dalam bentuk menjaga dirinya
sendiri unsur-unsur yang terdapat dalam cinta adalah simpati seperti kenal,
tahu, pengertian, dan perhatian. dan emosi seperti pengorbanan, tanggung jawab,
saling menghormati dan kasih sayang. Cinta kasih terjadi apabila perasaan
simpati antara 2 subjek saling mengisi dan melengkapi sehingga terjadilah
dinamika cinta. Setiap makhluk hidup memerlukan cinta dan kasih. Karena cinta
dan kasih merupakan keperluan fundamental setiap makhluk hidup. Tanpa kita sadari
dalam diri manusia terdapat cinta kasih. Emosi ini terjadi antara kita dan
orang lain bahkan dengan ketidak sengajaan. Bahkan emosi ini juga terjadi
antara manusia 1 kepada manusia lainnya yang belum kenal.
5.pengertian Keindahan
Keindahan,
sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal
dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu
yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi
tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah.
Keindahan
bersifat universal, artinya keindahan yang tak terikat oleh selera perorangan,
waktu, tempat atau daerah tertentu, bersifat menyeluruh. Segala sesuatu yang
mempunyai sifat indah antara lain segala hasil seni, pemandangan alam, manusia
dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya. Dalam bahasa Latin,
keindahan diterjemahkan dari kata“bellum” Akar katanya adalah “benum” yang
berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata “beautiful”,
Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol ”beloo”.
Dalam arti
luas meliputi keindahan hasil seni, alam, moral dan intelektual. Dan dalam arti
estetik keindahan mencakup pengalaman estetik seseorang dalam hubunganya dengan
hubunganya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedangkan dalam arti terbatas
keindahan sangat berkaitan dengan keindahan bentuk dan warna.
Sesungguhnya keindahan itu memang
merupakan suatu persoalan filsafati yang jawabannya beraneka ragam. Salah satu
jawaban mencari ciri-ciri umum yang ada pada semua benda yang dianggap indah
dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kwalita hakiki itu dengan pengertian
keindahan. Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu
yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah
kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan
(balance) dan perlawanan(contrast).
6.Hakekat dari Keindahan
Keindahan adalah susunan kualitas atau pokok tertentu
yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan
(unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance)
dan pertentangan (contrast).
Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan
dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan
indrawi manusia. Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa
keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Keindahan dalam arti luas, menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu
yang baik dan juga menyenangkan
2. Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang
dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut benda-benda yang
dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna
Keindahan identik dengan kebenaran, keindahan adalah
kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama
yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah yang tidak
mengandung kebenaran tidak indah.
Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu
untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang
merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan
disampaikan dalam suatu tarian.
Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current
Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya,
yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam
pikirannya sendiri.
2. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya,
yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
3. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara
yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada
apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.
Ada tiga hal yang nyata ketika seseorang menyatakan
bahwa sesuatu itu indah, apabila ada keutuhan (Integrity) ada keselarasan
(Harmony) serta kejelasan (Clearity) pada objek tersebut. Ini biasanya disebut
sebagai hukum keindahan.
7.Hubungan Manusia dan Keindahan
Manusia dan
keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kia perlu melestarikan bentuk
dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa,
seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari
suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur
politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman
manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan
budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian
hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun
kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan
identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah
keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya
tarik yang selalu bertambah. Sesuatu yang tidak mengandung kebenaran berarti
tidak indah. Karena itu hanya tiruan lukisan Monalisa yang tidak indah, karena
dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu,
melainkan kebenaran menurut konsep dalam seni. Dalam seni, seni berusaha
memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia yang
menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan.
Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory)
walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
Keindahan
tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu
adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri
sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti
pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, sedangkan yang tidak
ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep
keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam
menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi
merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek
imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan untuk persatuan orang-orang yang
beriman, para nabi, orang yang menghargai kebenaran dalam agama, kata dan
perbuatan serta orang –orang yang saleh merupakan persahabatan yang paling
indah.
Jadi
keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik hubungan manusia
dengan benda, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan bagi orang itu
sendiri yang melakukan interaksi.
Pengungkapan
keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan
tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai
penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan
nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi
lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia,
martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati.
Ada beberapa
alasan mengapa manusia menciptakan keindahan, yaitu sebagai yaitu : Tata nilai
yang telah usang, Kemerosotan zaman, Penderitaan manusia, Keagungan Tuhan.
8.kesimpulan
·
Manusia
adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan
makhluk lainnya , manusia juga adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk social
·
cinta adalah rasa sangat suka ( kepada ) atau rasa
sayang ( kepada ), ataupun rasa sangat kasih
·
kasih, artinya perasaan sayang atau cinta ( kepada )
atau menaruh belas kasihan
·
cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (
sayang ) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
·
wujud cinta
kasih makhluk hidup kepada sesamanya terbagi atas 3.
Pertama : cinta philiayakni seperti cinta kepada
saudara, cinta kepada orang tua, cinta kepada teman, cinta kepada sesama.
Kedua : cinta
eros yakni cinta yang menegakkan aspek ragawi (erotis).
ketiga : cinta
amor yakni cinta yang menekankan aspek psikologis dan emosi.
·
Keindahan,
sering diutarakan kepada situasi tertentu. yaitu berasal dari kata indah,
artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya
·
Keindahan
bersifat universal, artinya keindahan yang tak terikat oleh selera perorangan,
waktu, tempat atau daerah tertentu, bersifat menyeluruh. Segala sesuatu yang
mempunyai sifat indah antara lain segala hasil seni, pemandangan alam, manusia
dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya.
·
Menurut
luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Keindahan dalam arti luas,
2. Keindahan dalam arti estetik murni,.
3. Keindahan dalam arti terbatas,
·
Ada 2 nilai
yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai ekstrinsik
2. Nilai intrinsik
·
estetika
keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Teori Concepts of Art”
dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya
2. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya,
3. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara
yang subjektif dan yang objektif,.